Obat TBC Alami Amazon Plus

Obat TBC Alami – Tuberkulosis atau yang umumnya dikenal sebagai TBC, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Biasanya TBC mempengaruhi paru paru tetapi juga dapat menginfeksi organ tubuh lainnya. Penyakit ini menyebar dari orang ke orang melalui udara saat seseorang dengan infeksi TBC aktif batuk , bernyanyi, tertawa atau bersin.

Kebanyakan orang yang terinfeksi TBC tidak memiliki gejala apapun, meskipun 10 persen dari mereka berisiko seumur hidup mengembangkan infeksi ini menjadi infeksi aktif. Pada orang yang terinfeksi tanpa gejala, obat dapat membantu mengurangi resiko infeksi berkembang menjadi penyakit TBC aktif. Bayi, anak anak atau orang yang telah lanjut usia atau orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan terhadap infeksi TBC aktif. TBC pernah menjadi penyebab utama kematian di banyak negara namun saat ini program pengobatan dan pencegahan yang efektif dapat menurunkan risiko kematian akibat TBC

Penyebab TBC

TBC dapat menyebar saat seseorang dengan penyakit TBC paru-paru aktif batuk, tertawa atau bersin. Orang yang berdekatan dengan mereka mungkin menghirup bakteri yang dihembuskan dan kemudian ikut terinfeksi. Bakteri bisa menetap di paru paru dan mulai tumbuh. Dari paru-paru, bakteri bisa bergerak melalui sistem darah atau limfatik ke bagian tubuh lain seperti ginjal, tulang belakang dan otak. Meskipun infeksi TBC di paru-paru atau tenggorokan dapat menyebar ke orang lain, TB di bagian lain tubuh biasanya tidak menular.

Orang yang terinfeksi yang tidak memiliki penyakit aktif tidak dapat menularkan virus TBC ke orang lain. Orang-orang ini disebut memiliki TBC laten. Terkadang, seorang ibu yang memiliki penyakit TBC aktif yang belum diobati bisa menularkan bakteri ke bayinya sebelum atau selama kelahiran (tuberkulosis kongenital), meski hal ini sangat jarang terjadi, namun ada sedikit kasus yang dilaporkan pernah terjadi di dunia ini.

Cara yang paling umum untuk mendapatkan TBC adalah jika seseorang memiliki kontak dekat dalam jangka waktu yang lama dengan seseorang yang memiliki penyakit aktif yang tidak diobati di paru-paru. Orang yang berisiko tinggi terkena infeksi TBC aktif meliputi:

  • Pengungsi.
  • Orang yang hidup dengan infeksi human immunodeficiency virus (HIV) atau telah berkembang menjadi sindrom imunodefisiensi (AIDS).
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Orang yang mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
  • Orang yang lebih tua atau lanjut usia.
  • Orang yang tinggal di penjara.
  • Orang yang tinggal dilingkungan yang padat.
  • Penderita diabetes.
  • Perawat atau pekerja di rumah sakit.

Gejala TBC aktif

Orang dengan TBC aktif dapat mengalami gejala, namun tidak dengan orang yang menderita TBC laten. Gejala pada TBC aktif seperti:

  • Batuk terus-menerus yang tidak sembuh yang berlangsung lebih dari 3 minggu.
  • Merasa sangat kelelahan atau tidak bertenaga meskipun sudah berisitirahat.
  • Berkeringat di malam hari yang tidak dipengaruhi oleh cuaca yang panas.
  • Penurunan berat badan yang bukan disebabkan oleh program diet.
  • Batuk darah.

Diagnosis TBC

Jika dokter mencurigai seseorang menderita TBC, diagnosisnya sangat sederhana. Metode yang digunakan untuk mendiagnosis TBC dapat mencakup:

  • Melihat riwayat kesehatan pasien.
  • Melakukan tes kulit tuberkulin menggunakan prosedur Mantoux.
  • Tes darah.
  • Menggunakan sinar X-ray yang diarahkan ke dada yang dapat menunjukkan apakah TBC telah mempengaruhi paru-paru.
  • Tes dahak, untuk mengetahui apakah bakteri TBC hadir dalam dahak batuk.

Setiap orang harus diuji TBC jika mereka:

  • Hidup dengan HIV atau AIDS.
  • Tinggal atau bekerja dalam kontak dekat dengan seseorang yang baru saja didiagnosis dengan TBC aktif.
  • Memiliki gejala TBC.

Pengobatan untuk TBC

Jika seseorang memiliki TBC, dokter mungkin akan meresepkan obat TBC atau menyarankan pasien melakukan rontgen dada biasa. Infeksi TBC aktif dapat diobati dengan obat-obatan, biasanya di rumah sakit atau oleh dokter spesialis. Pengobatan ini akan memakan waktu setidaknya enam bulan untuk menyembuhkan TBC dan terkadang bisa lebih lama.

Sangat penting bahwa setiap penderita TBC yang melakukan pengobatan harus menjalaninya secara penuh. Jika tidak, infeksi TBC akan kembali dan akan lebih sulit disembuhkan karena bakteri TBC bisa menjadi resisten terhadap pengobatan.

Seperti semua obat TBC berbahan kimia, obat anti-tuberkulosis juga dapat menyebabkan efek samping. Dokter akan memantau keadaan pasien selama perawatan untuk memastikan pengobatan bekerja dengan baik. Dokter biasanya akan melakukan tes darah, dahak atau urine dan rontgen dada untuk memantau kesehatan pasien selama menjalani pengobatan.

Berbagai obat yang digunakan untuk mengobati TBC dapat berhubungan dengan efek samping yang spesifik, seperti:

  • Isoniazid – bisa membuat pasien merasa lelah, mual atau membuat pasien kehilangan nafsu makan. Obat ini dapat menyebabkan mati rasa atau kesemutan di tangan atau kaki pasien, tapi kondisi ini jarang terjadi pada orang-orang yang memiliki pola makan yang baik.
  • Rifampisin – dapat mengurangi keefektifan pil kontrasepsi dan beberapa obat lainnya. jadi sangat penting untuk memberi tahu dokter tentang obat lain yang mungkin sedang digunakan. Wanita yang menggunakan pil kontrasepsi mungkin perlu mendiskusikan bentuk kontrasepsi lain dengan dokter mereka atau di klinik keluarga berencana. Jika mereka memiliki implan lensa atau memakai lensa kontak yang halus, sebaikannya beritahu dokter , karena rifampisin dapat merusaknya. Rifampisin akan menyebabkan perubahan warna merah muda / oranye pada air urin, air liur dan keringat. Efek samping ini tidak berbahaya sehingga pasien tidak perlu khawatir.
  • Ethambutol atau Myambutol – dapat menyebabkan masalah visual. Penglihatan pasien akan rutin diperiksa saat perawatan, namun pasien harus berhenti minum obat jika penglihatan Amereka terpengaruh dan segera menghubungi dokter agar obat dapat diganti degan yang lain.
  • Pyrazinamide – obat ini bisa menyebabkan rasa mual dan kehilangan nafsu makan. Biasanya hanya dilakukan untuk pengobatan dua sampai tiga bulan pertama. Pasien haru segera berkonsultasi ke dokter jika mereka mengalami ruam pada kulit yang terjadi tanpa penyebab, begitu juga dengan demam, sakit atau nyeri pada sendi.

Mengobati TBC Dengan Obat TBC Alami Bebas Efek Samping

Namun, jika Anda menderita TBC dan tidak menginginkan pengobatan yang dapat menyebabkan efek samping, maka kami menyarankan Anda untuk menggunakan obat yang lebih aman, namun dengan khasiat dan manfaat yang sama. Obat tersebut adalah obat herbal TBC paru Amazon Plus, yang kandungannya menggunakan bahan-bahan alami namun telah diteliti memiliki manfaat yang sangat baik dalam mengatasi virus, bakteri, dan jamur yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk penyakit TBC.

Obat TBC Alami Amazon Plus

Obat herbal TBC Amazon Plus dapat mengobati berbagai jenis TBC dan dapat dengan mudah mengatasi penyakit TBC aktif. Hal ini dikarenakan obat TBC alami Amazon Plus di kombinasikan dari bahan-bahan alami berkualitas yang menghasilkan senyawa aktif yang dapat mengatasi berbagai macam virus dan bakteri.

Di dalam obat alami TBC Amazon Plus terdapat senyawa yang berasal dari buah Zaitun yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga dapat dengan mudah membunuh berbagai bakteri. Selain itu obat TBC alami buah zaitun juga menghasilkan senyawa Oleuropein yang memiliki manfaat sebagai antimikroba, anti kanker, anti inflamasi dan antivirus, yang bekerja memasuki sel bakteri dan mencegah mereka berkembang.

Sumber: Obat TBC Alami

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *